Ada Apa dengan Antasari?

Yogyakarta, 5 Mei 2009

Antasari Azhar, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ditahan atas dasar tuduhan menjadi dalang pembunuhan Nasrudin, direktur utama Rajawali Nusantara Indonesia. Posisi Antasari sebagai pemimpin lembaga yang kredibel, dihormati dan disegani di negeri ini, dipertaruhkan. Begitu juga dengan kredibilitas lembaga yang selama ini begitu kuat untuk menekan jumlah korupsi dan menyeret para koruptor mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Memang, kasus yang menimpa Antasari bukanlah kasus korupsi, melainkan tindak kriminal murni. Namun hal tersebut tidak mengurangi sangkut paut dirinya dan lembaga yang dipimpinnya. Motif yang mendasari dari tindak kriminal tersebut ditengarai akibat persaingan dalam romansa cinta segitiga antara Antasari, Rani Juliani, dan Nasrudin.

Rani Juliani adalah seorang gadis berusia 20-an tahun, pernah bekerja sebagai seorang caddy (pengantar peralatan golf di lapangan) di Modern Golf. Saat ini dirinya tengah menyelesaikan kuliah dan bekerja di sebuah bank. Perkenalan diantara ketiganya (terjadi masing-masing) tentulah terjadi ketika ada interaksi di lapangan golf tersebut. Bisa jadi, dari sana tumbuh benih-benih cinta yang mengakibatkan kecemburuan hingga berujung menjadi motif pembunuhan.

Menjadi pemimpin memang bukanlah yang mudah. Ketika seseorang menjadi pemimpin, akan ada tiga ujian, yakni harta, tahta, dan wanita. Jika seorang pemimpin mampu melewati dua ujian sebelumnya, yakni harta (misal korupsi) dan tahta (godaan kekuasaan dan penyalahgunaan) maka dirinya akan diuji oleh godaan yang terberat yakni wanita (lawan jenis). Seringkali, para pemimpin (laki-laki) rontok pada ujian yang ketiga ini.

Hal-hal yang sepele bahkan terkesan kekanak-kanakan seringkali terjadi akibat motif untuk mendapatkan (memperbanyak) wanita dalam kehidupan pribadinya. Layaknya lagu dari Queen, To Much Love Will Kill You. Memang, terlalu banyak cinta akan “membunuh” seseorang. Terlalu banyak cinta, terlalu banyak wanita (tidak puas dan merasa cukup dengan istri yang sudah ada) akan menjerumuskan seseorang, siapapun itu, hal ini juga berlaku pada kejadian yang menimpa Antasari saat ini.

0 Tanggapan ke “Ada Apa dengan Antasari?”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan