Sains Teknologi dan Ekonomi

Yogyakarta, Senin, 27 April 2009

Sains Teknologi dan Ekonomi. Demikian kiranya kompetensi diri yang harus kubangun mulai saat ini. Beberapa waktu lalu memang sempat tersusun komitmen. Namun penyakitku kambuh, aku tak konsisten. Komitmen tersebut tak kupegang kuat. Aku menjadi insan yang lemah tanpa kompetensi, harga diri dan percaya diri yang tinggi.
Dalam kerangka sains teknologi, aku memfokuskan diri pada matematika, fisika, sains dan teknik. Hal ini untuk menunjang profesionalisme diriku yang tergerus akibat ketidakjelasan arah dan tujuan hidupku. Sisa-sisa dari ketidakjelasan tersebut masih nampak hingga kini. Aku tak hendak membuangnya (hal-hal yang tidak sesuai dengan arah dan tujuan awalku). Aku akan menjadikannya pelengkap dan penunjang, hal yang akan memberikan pencapaian luar biasa pada diri dan kehidupanku pada jangka panjang, bukan di waktu ini saja.
Aku akan menguatkan kompetensi dan alur berpikir (nalar logika) sesuai dengan basis disiplin ilmu (profesionalitas keilmuan) yang kumiliki, Teknik Industri. Pemahaman yang kuat akan bidang ilmu akan membuatku memiliki suplemen harga diri dan percaya diri yang luar biasa. Aku akan mampu bertindak dan memimpin di bidang yang aku geluti.
Aku tidak akan berpikir keliru lagi, melakukan pembacaan yang salah dan menghasilkan negativitas di dalam kehidupanku. Misalnya, aku memandang miring mereka yang mencapai prestasi akademik tinggi namun secara sosial bermasalah (kecerdasan emosional dan berorganisasi nol). Namun, aku melawannya dengan tidak menunjukkan prestasi akademik yang setara. Seharusnya, aku mampu menunjukkan teladan bahwa prestasi akademik yang tinggi (luar biasa) dapat pula dihasilkan bersamaan dengan kecerdasan emosional dan berorganisasi (kepemimpinan) yang tinggi pula. Jadi diantara keduanya tidak saling menegasikan.
Dalam kerangka ekonomi, terutama bisnis, hal pertama yang mesti kujadikan orientasi adalah tabungan, baik itu tabungan dunia maupun tabungan akhirat. Orientasiku ke tabungan tersebut perlu didukung oleh kerja keras-produktif dan hidup sederhana. Hal ini dikarenakan tanpa keduanya, maka aktivitas menabung akan tumpul dan tidak bertahan lama. Sedangkan orientasi ke hal lain seperti investasi dan berwirausaha menunggu hingga alokasi tabungan cukup dan ada alokasi pula untuk investasi dan berwirausaha. Dengan demikian, impianku bakal terwujud secara perlahan karena ada langkah-langkah yang kulakukan untuk mewujudkannya.
Kepercayaan pada masa depan yang baik, cerah dan tidak bermasalah secara keuangan harus senantiasa terpatri di dalam diriku. Aku mengorientasikan diriku menjadi orang kaya, kaya bukan berarti tamak, serakah dan tukang menimbun. Namun kaya yang kumaksudkan adalah kaya yang gemar berbagi (beramal), dimana keberlimpahan itu berlangsung terus sepanjang hidupnya dan aktivitas berbagi (beramal) kelimpahan itu juga berlangsung dalam jangka waktu yang sama. Lagipula, orang yang kuat secara ekonomi (kaya/tidak miskin) akan menunjang pertumbuhan dan kematangan dirinya sebagai manusia apalagi manusia yang beragama, karena pada hakikatnya kemiskinan dekat dengan keterbelakangan dan kebodohan begitu pula dengan kekafiran (dalam konteks agama).

0 Tanggapan ke “Sains Teknologi dan Ekonomi”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan