Shaleh, Pintar dan Kaya

Shaleh, pintar dan kaya merupakan impianku. Aku ingin ketiganya ada pada diriku. Aku akan mengusahakan diriku untuk mengarah ke sana. Aku akan menjadi orang yang shaleh (secara agama dan sosial), aku juga pintar (cerdas dan berwawasan luas) juga kaya (harta dan amal shalih).

Kesalehan dibentuk dari kebiasaan spiritual yang terbentuk dalam sehari-hari. Kesalehan ini juga ditunjang oleh lingkungan agamis yang mendukung. Jadi, tidak hanya mengandalkan secara genetis seseorang saja, lingkungan juga berpengaruh dalam membentuk kesalehan seseorang.

Pintar disusun dari kebiasaan belajar yang kuat. Tidak kenal henti, berhenti ketika lelah, lalu beristirahat, makan ketika lapar, dan segala sesuatunya digunakan sesuai kebutuhan bukan menurut keinginan. Kepintaranku bukan karena hanya hasil kerja kerasku saja, melainkan ada faktor lingkungan orang-orang cerdas dan terutama anugerah yang luar biasa dari Allah SWT berupa otak.

Kekayaanku bukan disusun atas dasar ketamakan (keserakahan) atau hasrat ingin menimbun, namun kekayaan itu akan digunakan dalam kerangka penguatan diri dan berlomba-lomba menjadi yang terbaik dalam hal amal shalih tanpa kemudian hendak menjadi sombong dan pamer. Kekayaanku mesti tumbuh dari sikap hidup yang sederhan, mencintai apa yang ada, tidak memiliki impian yang berlebihan, dan memiliki ketenangan dan kebahagiaan hidup yang dijalani.

Bagiku, ketiganya merupakan satu kesatuan. Tidak bisa hanya salah satu atau dua saja, karena hal itu hanya akan menjadi kelemahan diri. Misalnya, jika hanya shaleh saja, tidak pintar dan tidak kaya, maka aku akan terjebak pada fundamentalisme ekstrim agama atau kekafiran karena kemiskinan. Jika hanya pintar saja, maka aku cenderung melupakan agama dan mempergunakan kepintaranku untuk mengumpulkan kekayaan, atau kepintaranku bisa dibeli oleh kepentingan jahat orang lain. Jika hanya kaya saja, tidak pintar dan tidak shaleh, maka hidupku hanya bergelimang harta namun diriku tidak bahagia, karena kebahagiaan tidak terletak pada kepemilikan materi.

Ketiga sifat yang terkumpul di dalam diri satu orang merupakan sebuah keluarbiasaan. Boleh dikatakan, ada kelengkapan hidup yang dimiliki olehnya. Kepintaran, keshalehan dan kekayaan. Ketiganya akan menunjang seorang manusia untuk dapat hidup dengan baik di dalam komunitas manusia bahkan untuk kelangsungan peradaban. Shaleh karena penguasaan ilmu agama yang baik dan baik secara sosial, pintar akibat kemampuan otodidak yang luar biasa dengan referensi yang terbentang luas lintas disiplin ilmu, juga kaya karena kekuatan pengelolaan harta dan kemampuan berdagang (berwirausaha) yang dikuatkan pula oleh amal shaleh.

Yogyakarta, Kamis, 23 April 2009

0 Tanggapan ke “Shaleh, Pintar dan Kaya”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan




Blog Stats

  • 4,876 pembaca

Arsip

e-mail:

luqman_satriya@yahoo.com