Red Cliff merupakan film perang yang kutonton malam ini. Film ini diperankan oleh Tony Leung dan Takeshi Kaneshiro. Film perang dengan setting jaman kerajaan China pada masa Dinasti Han. Alkisah, ada perseteruan antara Perdana Menteri Cao Cao yang melawan raja Liu Bei dan raja Wu di Karang Merah. Peperangan pun terjadi dengan mengandalkan segenap strategi, kekuatan dan taktik perang.
Ada hal yang kutarik sebagai makna dari film ini. Keberanian seorang pemimpin perang, keberanian yang menumbuhkan sikap tegas, percaya diri dan pantang menyerah. Keberanian tumbuh karena dihadapkan pada kematian. Dirinya yang mati atau orang yang dilawannya yang akan mati. Keberanian yang juga tumbuh karena genderang perang yang selalu ditabuhkan di dalam jiwa. Perlawanan yang terus tumbuh dan berkembang di dalam diri.
Tidak hanya itu, kesetiaan prajurit terhadap pimpinan dan kerajaan, kesetiaan yang menumbuhkan kebersamaan dan kesatuan dalam militer dan kerajaan. Jumlah pasukan yang besar dan berkualitas juga menentukan kekuatan dan perlawanan yang mampu diberikan oleh pasukan tersebut. Kesatuan dan kebersamaanlah yang menjadi kunci kemenangan suatu pasukan. Faktor pemimpin menjadi penentu di sisi lainnya.
Budaya tinggi dari peradaban Cina yang menghargai leluhur bahkan saudara sendiri menyebabkan diri selalu berkaca akan hal-hal yang telah mampu dicapai selama hidup. Dalam usia yang relatif muda, para pimpinan kerajaan biasanya telah mencapai prestasi kerajaan yang luar biasa, menaklukkan kerajaan lain, memperluas wilayah, atau menang dalam peperangan melawan kekuatan kerajaan yang lebih besar. Hal itu akan menjadi prestasi yang membanggakan dan akan terus dikenang dari generasi ke generasi karena generasi penerus senantiasa menghargai dan mengingat jasa para leluhur.
Yogyakarta, Senin, 20 April 2009

0 Tanggapan ke “Red Cliff”