Temu Alumni IMM UGM

Sore ini berlangsung temu kangen alumni IMM UGM di Food Court Plaza Kampus UGM. Memang, aku yang mengkoordinir terselenggaranya acara ini, namun rencana bentukan acara ini adalah hasil diskusi antara diriku dengan Mas Taufiq. Aku datang tepat pada waktunya di tempat tersebut, aku tak ingin mengecewakan rekan-rekan yang telah hadir terlebih dahulu dan mesti menunggu sang koordinator (pengundang, aku) yang terlambat hadir. Betapa memalukannya jika sampai terjadi hal yang demikian. Aku akan kehilangan kepercayaan, aku tak bisa menepati janji bahkan untuk janji yang kubuat sendiri.

Banyak pula alumni yang hadir sore ini, diantaranya aku, Irawan, Anggun (pulang lebih dulu karena ada agenda acara yang bersamaan), Totok, Widi, Arie, Ghufron, Surya, Mas Taufiq, Mas Arief, Surya, Husni, Chanif, Sony, dan Ima (datang paling terakhir). Sedianya beberapa rekan alumni yang lain juga hendak hadir, namun ketika acaranya dimulai ternyata tak nampak batang hidung mereka. Tak apalah, berpikir positif bahwa mereka ada kesibukan sendiri sehingga tak sempat meminta ijin untuk tidak bisa hadir di acara ini.

Acara ini bermula dengan makan-makan dari masing-masing peserta. Pesanan makanan dengan menu kesukaan masing-masing mulai ramai berdatangan. Tentunya penjual makanan yang berada di sana senang-senang saja, apalagi jika kebanjiran order seperti sekarang ini, mereka tentu tak berkeberatan untuk terus memberi layanan makanan. Apalagi, kabar yang kudengar, pendapatan mereka turun drastis semenjak dipindah dari Boulevard ke Food Court ini. Banyak pelanggan yang belum tahu atau mungkin tak bisa menikmati sensasi sore hari berada di kampus kerakyatan ini. Suasana yang berbeda tentunya ditawarkan Food Court tak mampu menggantikan kenikmatan suasana tersebut.

Di akhir waktu, aku meminta waktu untuk saling berbagi mengenai arah dan bentukan forum alumni kami kali ini. Aku mencoba untuk membuka ruang diskusi yang intensif diantara teman-teman, namun rupanya aku hanya mendapatkan sikap pasif dari sejumlah rekan. Hampir tidak ada usulan konkrit yang mempu mengambil inisiatif serta menggerakkan roda perkumpulan alumni ini ke arah yang lebih baik. Aku khawatir, forum alumni ini gagal memenuhi tujuannya, atau baru hanya sebatas temu kangen dan makan-makan saja. Jikalau demikian, maka suatu saat nanti forum akan menemui kejumudan, tidak bergerak dan akhirnya ditinggalkan satu persatu oleh peserta forumnya.

Aku tak ingin hal tersebut terjadi. Aku berharap kegagalan hal yang dihasilkan di forum perdana ini tak membawa dampak buruk bagi kesatuan alumni IMM UGM ke depannya. Memang, perlu ada langkah-langkah lanjutan yang akan membuka ruang dan dimensi komunikasi diantara alumni sehingga menjadi lebih intensif, massif dan berdaya guna. Tidak hanya sekadar kumpul-kumpul dan kekuatan hubungan antar pribadi saja.

Yogyakarta, Sabtu, 7 Maret 2009

1 Tanggapan ke “Temu Alumni IMM UGM”


  1. 1 immugm extended 8 Mei 2009 pukul 20:56

    temu alumni sebaiknya disaat bulan syawal bada idul fitri. kmgkn banyak alumni yang mau mampir ke jogja, kecuali yang jauh-jauh. atau bisa jadi dengan website khusus alumni untuk menjangkau alumni-alumni di luar jogja


Tinggalkan Balasan