
Tahun ajaran baru telah tiba. Ratusan ribu siswa baru di seluruh Indonesia menyambut dengan gembira. Ada harapan besar akan prestasi akademik yang lebih baik di tahun ini. Liburan panjang telah dilewati, setelah mengalami kepenatan menuntaskan soal-soal ujian guna mencapai standar kelulusan.
Kebijakan Pemerintah menggunakan ujian nasional (UN) sebagai standar kelulusan telah menuai hasil. Kepanikan senantiasa menghantui siswa, orangtua, dan guru selama setahun ajaran lalu, hingga detik-detik diumumkannya hasil UN tersebut. Tidak sedikit siswa yang gagal lulus ujian, meski banyak pula yang mampu naik tingkat. Kesedihan akan ketidaklulusan bercampur dengan kebahagian ketika mengetahui nama diri tertera dengan predikat lulus. Ketidaklulusan pula yang membuat nyali bagi calon peserta UN tahun ini menciut.
Agaknya kita perlu berkaca pada tahun yang lalu, bahwa memang perlu ada strategi dalam menghadapi tahun ajaran baru ini. Terlepas dari kebijakan Pemerintah mengenai standar pendidikan yang senantiasa berganti-ganti, kita harus mampu survive. Karena itu, mengatur strategi amatlah penting, terutama buat mereka calon peserta UN tahun ini.
Salah satunya caranya adalah dengan cara mengurangi kegiatan ekskul (kegiatan di luar sekolah). Hal ini guna menjaga kondisi fisik dan mental. Seandainya tidak bisa dikurangi seluruhnya, usahakan hanya punya satu kegiatan. Itupun harus dihentikan ketika menjelang ujian nasional kelak.
Hal lain yang perlu dilakukan adalah mengelola waktu dengan baik. Apalagi tekanan-tekanan nilai rapor semester akan semakin terasa berat. Maklum, tuntutan akademik semakin tinggi. Apalagi jikalau kita menilik ketentuan standar jurusan.
Kemampuan bergaul juga amat penting. Kelompok belajar dengan siswa-siswa berprestasi di kelas bisa mulai dibentuk. Dengan demikian, calon peserta UN bisa termotivasi untuk giat belajar. Selain itu, mereka bisa saling berbagi trik menyelesaikan soal dengan cepat.
Bergaul dengan guru juga bisa mendukung kegiatan belajar. Bukannya hendak mencari muka, melainkan bila membutuhkan nasihat, guru akan tahu dan mau membantu meringankan beban.
Bila beberapa strategi di atas dapat calon peserta UN lakukan, kepanikan dalam menghadapi UN hanyalah masa lalu. Mereka akan tersenyum optimis dengan penuh percaya diri sambil berkata: “Selamat Datang Tahun Ajaran Baru!”




Pesan dan Kesan