BILAL BIN RABAH: MUADZIN PERTAMA DALAM ISLAM

Oleh : Luqman Satriya Siambodo

Bilal bin Rabah, budak berkulit hitam, memiliki badan yang tinggi dan langsing, memiliki rambut yang tebal dan cambang yang tipis. Meski kulitnya hitam, memiliki garis keturunan yang rendah, dan betapa hina dirinya karena sebagai budak dia memilih memeluk Islam, dan bila dipuji senantiasa berkata: “Sungguh, saya ini hanyalah seorang Habsy, dan kemarin saya hanyalah seorang budak!”

Kehidupannya tidak berbeda dengan budak-budak yang lain. Hari-hari yang suram seakan tak punya harapan akan hari esok. Dia telah mendengar tentang dakwah Muhammad ketika mulai dibicarakan oleh penduduk Mekkah. Di suatu hari, Bilal menemui Rasulullah dan menyatakan masuk Islam. Bilal telah menerima cahaya Ilahi dan bergema di lubuk hatinya.

Ketika telah diketahui memeluk Islam oleh kaum Quraisy, ia segera menjadi sasaran penyiksaan sebagaimana orang-orang saleh lainnya. Dia dibaringkan dalam keadaan telanjang di atas batu membara. Dia disuruh meninggalkan agama barunya, namun ia menolak.

Kejam dan biadabnya siksaan ini diulangi setiap hari. Beberapa penyiksanya merasa kasihan dan sepakat akan membebaskan jika Bilal mau menyanjung tuhan-tuhan mereka. Namun, Bilal tetap menolak mengatakan dan terus mengatakan: “Ahad.. Ahad!”

Sehingga Bilal tetap didera panas dan tindihan batu. Ketika matahari tenggelam, mereka menegakkan badan dan mengikat leher Bilal, setelah itu menyuruh anak-anaknya mengelilingi bukit dan jalan di Mekkah. Namun, mulut Bilal tak mengucapkan apapun kecuali: “Ahad … Ahad!”

Hari selanjutnya, Bilal dibawa ke padang pasir. Dia tetap sabar, berani, tabah dalam menghadapi ganjaran di hari akhir siksaannya. Abu Bakar lalu datang menawarkan kebebasan Bilal karena kaum Quraisy telah putus asa menaklukkan Bilal. Setelah dibebaskan, Bilal berangkat bersama Abu Bakar menemui Rasulullah.

Setelah Rasulullah bersama kaum Muslimin hijrah dan menetap di Madinah, Rasulullah mengadakan/melembagakan adzan. Bilal dipilih oleh Rasulullah untuk menjadi muadzin pertama dalam Islam. Dengan suaranya yang merdu, ia mengisi hati, keimanan, dan telinga dengan keharuan ketika ia mengumandangkan:

Allahu Akbar, Allahu Akbar

Allahu Akbar, Allahu Akbar

Asyhadu alla ilaha illa Allah

Asyhadu alla ilaha illa Allah

Asyahadu anna Muhammad ar Rasulullah

Asyahadu anna Muhammad ar Rasulullah

Hayya ‘ala shalah

Hayya ‘ala shalah

Hayya ‘ala al-falah

Hayya ‘ala al-falah

Allahu Akbar Allahu Akbar

Laa ilaha illa Allah

Luqman Satriya Siambodo

Mahasiswa Teknik Industri UGM

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Cabang Bulaksumur-Karangmalang Sleman 2006-2007

0 Tanggapan ke “BILAL BIN RABAH: MUADZIN PERTAMA DALAM ISLAM”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan